Minggu, 23 Oktober 2011

Di Telaga itu Rasul Menanti

Telaga itu luas, sebentang Ailah di Syam hingga San’a di Yaman. Di tepi telaga itu berdiri seorang lelaki. Rambutnya hitam, disisir rapi sepapak daun telinga. Dia menoleh dengan segenap tubuhnya, menghadap hadirin dengan sepenuh dirinya. Dia memanggil-manggil. Seruannya merindu dan merdu. “Marhabban ayyuhal insaan! Silakan mendekat, silakan minum!”

Senyumnya lebar, hingga otot di ujung matanya berkerut dan gigi putihnya tampak. Dari sela gigi itu terpancar cahaya. Mata hitamnya yang bercelak dan berbulu lentik mengerjap bahagia tiap kali menyambut pria dan wanita yang bersinar bekas-bekas wudhunya.

Tapi di antara alisnya yang tebal dan nyaris bertaut itu ada rona merah dan urat yang membiru tiap kali beberapa manusia dihalau dari telaganya. Dia akan diam sejenak. Wibawanya terasa semerbak. Lalu dia bicara penuh akhlaq, matanya berkaca-kaca. “Ya Rabbi”, serunya sendu, “Mereka bagian dariku! Mereka ummatku!”

Ada suara menjawab, “Engkau tak tahu apa yang mereka lakukan sepeninggalmu!”
Air telaga itu menebar wangi yang lebih harum dari kasturi. Rasanya lebih lembut dari susu, lebih manis dari madu, dan lebih sejuk dari salju. Di telaga itu, bertebar cangkir kemilau sebanyak bilangan gemintang. Dengan itulah si lelaki memberi minum mereka yang kehausan, menyejukkan mereka yang kegerahan. Wajahnya berseri tiap kali ummatnya menghampiri. Dia berduka jika dari telaganya ada yang dihalau pergi.

Telaga itu sebentang Ailah di Syam hingga San’a di Yaman. Tapi ia tak terletak di dunia ini. Telaga itu Al Kautsar. Lelaki itu Muhammad. Namanya terpuji di langit dan bumi.

Sudah Merasa amankan anda?... Bagaimana melewati Shirat?

DIATAS TITIAN JAHANNAM

“APABILA LANGIT TERBELAH” (Qs Al- insyiqaaq: 1

“APABILA LANGIT DIGULUNG”. DAN APABILA BINTANG-BINTANG BERJATUHAN. DAN APABILA GUNUNG-GUNUNG DIHANCURKAN (Qs At-takwir : 1-3)

“TAHUKAH KAMU APAKAH HARI PEMBALASAN ITU?”. SEKALI LAGI TAHUKAH KAMU HARI PEMBALASAN ITU?” (Qs Al-infithaar: 17-18)

“YAITU HARI (YANG PADA WAKTU ITU) DITIUP SANGKAKALA LALU KAMU DATANG BERKELOMPOK-KELOMPOK”. (Qs An-naba:18)

***
Shirat adalah jembatan yang terbentang diatas neraka jahanam .Ia lebih tajam dari pedang, lebih halus dari rambut, licin dan mudah menggelincirkan. Shirat adalah jalan yang gelap serta membakar.
Muslimin dan pengikut para Rasul akan berhasil melewati Shirat.

Diriwayatkan dari salman Al-farisi dari nabi, beliau bersabda "Dan diletakkanlah shirat yang tajamnya seperti pisau (cukur).
Lalu malaikat bertanya: " Siapakah yang dapat melewatinya?"
Maka Allah berfirman " Orang yang Ku-kehendaki diantara Makhluk"
Lantas mereka berkata : "Maha suci Engkau, Kami belum beribadah dengan sebenar-benar ibadah kepada-Mu" (HR ALHAKIM)

Aisyah bertanya : "Aku bertanya kepada Rosululloh tentang firman Alloh SWT" (yaitu) (pada hari (ketika)) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit (Q.S. Ibrahim 48)
'Dimana manusia ketika itu wahai Rosululloh?' Beliau bersabda "diatas Shirath"

DAHSYATNYA UJIAN SHIRATH

Melewati shirat termasuk ujian berbahaya, atau bahkan yang paling berbahaya pada hari kiamat, sebab di dalamnya terdapat berbagai hal yang MENAKUTKAN, MENCEMASKAN, MENGKHAWATIRKAN dan MENGGONCANGKAN AKAL maupun JIWA makhluknya. Kita sama sekali tidak bisa membayangkan.

ADA 4 HAL YANG MENUNJUKKAN HAL TERSEBUT :

1.Saat itu setiap orang hanya memikirkan dirinya sendiri
2.Ketakutan malaikat akan kedahsyatan nya, padahal mereka makhluk yang tidak dihisap.
3. Keberadaan Nabi Muhammad disana untuk memberikan syafaat.
Anas bin Malik berkata : "Aku memohon kepada Nabi agar memberikan SYAFAAT untukku pada hari kiamat.
Beliau bersabda: "Saya akan melakukannya"
Anas bertanya lagi :" Wahai Rasulullah dimanakah aku mencarimu? Beliau bersabda : "Carilah aku pertama kali diatas shirat"
Anas lalu bertanya lagi, "Bagaimana jika aku tidak menjumpai mu di atas shirat?.
Beliau bersabda, "Maka carilah aku di mizan". Aku bertanya , "Lalu bagaimana kalau aku tidak menjumpaimu di mizan? "
Beliau bersabda : "Maka carilah aku di Haudh (telaga) . Karena sesungguhnya aku tidak luput dari 3 tempat tersebut "
(HR Ahmad )

4.Saat itu tidak ada yang dapat berbicara kecuali para Rasul.
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda:
"Lalu diletakkan shirat diantara kedua sisi jahanam, maka aku adalah orang yang pertama
kali melewatinya diantara para Rasul yang membawa umatnya. Tidak ada yang dapat berbicara ketika itu kecuali para Rasul. Doa para Rasul ketika itu adalah : "YA ALLAH , SELAMATKANLAH, SELAMATKANLAH..."
(HR Al-Bukhari (806), Muslim (182) )

Dari hadis-hadis diatas terlihat jelas bahwa ujian melewati shirat termasuk salah satu ujian yang mengharuskan kita memelihara amal-amal yang bisa menyelamatkan kita dari ujian-ujian tersebut.

Abdullah bin Masud meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda : "ORANG YANG TERAKHIR MASUK SURGA ADALAH ORANG YANG BERJALAN DIATAS SHIRAT DALAM KEADAAN SESEKALI BERJALAN, SESEKALI TERSUNGKUR DAN SESEKALI API NERAKA MENJILATNYA"
Ketika ia telah melewati itu , iapun menoleh kebelakang, "MAHA SUCI ALLAH YANG TELAH MENYELAMATKANKU DARIMU, SESUNGGUHNYA ALLAH TELAH MEMBERIKU SESUATU YANG TIDAK DIBERIKANNYA KEPADA SEORANGPUN DIANTARA ORANG-ORANG TERDAHULU DAN ORANG-ORANG YANG TERKEMUDIAN.
(HR Al-Bukhari (16571)).

APAKAH ORANG-ORANG KAFIR DAN MUNAFIK AKAN MELEWATI SHIRAT?

Sebagian ulama berpendapat bahwa seluruh manusia baik muslim maupun kafir akan melewati shirath. Tetapi dalam As-shahihain disebutkan bahwa orang- orang musyrik dan ahli kitab tidak akan melewati shirat, sebab sebelum ujian melewati shirat mereka diperintahkan untuk mengikuti apa yang mereka sembah selain Allah sewaktu di dunia. Merekapun mengikuti sesembahan - sesembahan itu ke neraka. Kemudian di dorong keneraka sekuat-kuatnya. Sehingga merekapun berjatuhan kedalamnya. Setelah itu hanya umat ini yang tersisa di Mahsyar. Kemudian diletakkan shirat diatas neraka jahanam.

Tinggallah orang- orang yang dulunya menyembah Allah, baik yang taat maupun yang bermaksiat dan juga beberapa yang tertinggal (sisa-sisa) ahli kitab.

Dikatakan kepada mereka ;APA YANG MENGHALANGI KALIAN SEKALIAN SEDANGKAN ORANG -ORANG TELAH PERGI?. Mereka menjawab ;KAMI TELAH TERPISAH DENGAN MEREKA SEDANGKAN KAMI SANGAT MEMBUTUHKANNYA HARI INI. SESUNGGUHNYA KAMI

TELAH MENDENGAR PENYERU YANG MENYERUKAN HENDAKLAH SETIAP KAUM MENEMUI APA YANG DULU MEREKA SEMBAH.SESUNGGUHNYA KAMI SEDANG MENUNGGU ROBB KAMI.

Dalam riwayat muslim disebutkan bahwa :
Nabi bersabda :”APABILA DATANG HARI KIAMAT ADA PENYERU YANG MENYERUKAN : “HENDAKLAH SETIAP UMAT MENGIKUTI APA YANG DULU MEREKA SEMBAH”. MAKA TIDAK ADA SEORANGPUN YANG DULUNYA MENYEMBAH SELAIN ALLAH BERUPA PATUNG-PATUNG DAN BERHALA-BERHALA KECUALI IA JATUH KEDALAM NERAKA ".

Akhirnya tidak ada yang tertinggal , kecuali orang-orang yang dulunya menyembah Allah dari golongan yang taat atau ahli maksiat dan juga beberapa yang tertinggal ( sisa-sisa ) ahli kitab.

Datanglah Rabbul alamin menemui mereka dalam bentuk lain yang mereka lihat sebelumnya.

Allah berfirman: “APA YANG KALIAN TUNGGU?”
PADAHAL SETIAP UMAT TELAH MENGIKUTI APA YANG DULU MEREKA SEMBAH. Mereka berkata : “WAHAI RABB KAMI , KAMI TELAH TERPISAH DARI ORANG-ORANG ITU DI DUNIA. PADAHAL KAMI MEMBUTUHKAN MEREKA SAAT ITU. NAMUN KAMI TETAP TIDAK BERSAMA MEREKA.

Dia berfirman : “AKU ADALAH ROBB MU.
Lantas mereka berkata , “KAMI BERLINDUNG KEPADA ALLAH DARIMU. KAMI TIDAK AKAN MEMPERSEKUTUKAN ALLAH DENGAN SESUATUPUN (dua sampai tiga kali), SEHINGGA HAMPIR SAJA DIANTARA MEREKA ADA YANG BERPALING ( dari kebenaran)

Lalu Dia berfirman : “ APAKAH ANTARA KALIAN DENGANNYA ADA TANDA YANG KALIAN KETAHUI?” . Mereka Menjawab ;: “YA . LALU, DIA MENGHILANGKAN KETAKUTAN DAN KEGALAUAN”

MAKA TIDAKLAH TERTINGGAL ORANG YANG DULUNYA BERSUJUD KEPADA ALLAH DENGAN IKHLAS, KECUALI ALLAH MENGIZINKANYA UNTUK BERSUJUD, DAN TIDAKLAH TERTINGGAL ORANG YANG DULUNYA BERSUJUD KARENA CARI AMAN DAN RIYA (INGIN DILIHAT ORANG LAIN), KECUALI ALLAH MENJADIKAN PUNGGUNGNYA RATA (LURUS), SETIAP KALI IA INGIN SUJUD, IAPUN TERSUNGKUR DENGAN TENGKUKNYA.

Kemudian mereka ( yang bersujud ) mengangkat kepala . Sedang DIA telah beralih dalam bentuk yang mereka lihat pertama kali. Maka dia berfirman : "AKU ADALAH RABBMU", Lalu mereka berkata : “ENGKAU RABB KAMI”.
Kemudian diletakkan shirat diatas jahannam.
Dan yang ada HANYA IZIN MEMINTA SYAFAAT.
Mereka (Para NABI PUN BERDOA) , “YA ALLAH SELAMATKANLAH, SELAMATKANLAH”

Ibnu Rajab berkata “ Hadis ini jelas menerangkan bahwa setiap orang yang beribadah kepada sesuatu selain Allah, seperti golongan ahli kitab yang menyembah Al-masih dan Uzair, akan bergabung dengan Musyrikin untuk sama-sama dijerumuskan kedalam neraka sebelum shirat dibentangkan”

Hanya saja para penyembah berhala , matahari, bulan dan golongan musyrikin lainnya akan mengikuti apa yang dulu nya mereka sembah didunia. Lalu merekalah yang pertamakali masuk neraka bersama sesembahan mereka. AlQuran sendiri telah memberi keterangan yang semakna dengan ini dalam firman Allah :
“IA BERJALAN DIMUKA KAUMNYA PADA HARI KIAMAT LALU MEMASUKKAN MEREKA KEDALAM NERAKA. NERAKA ITU SEBURUK-BURUK TEMPAT YANG DIDATANGI (Hud : 98)

Sedangkan orang-orang munafik akan melewati titian itu . Mereka diberikan cahaya untuk menerangi jalan mereka.
Kemudian dipadamkan cahaya mereka agar mereka berjatuhan kedalam tingkatan yang paling bawah dari neraka. Kita berlindung kepada Allah.

Jabir Bin Abdullah pernah berkata,… “Setiap Manusia Baik Munafik maupun Mukmin Akan Diberi Cahaya kemudian Mereka Mengikutinya. Diatas Jembatan Jahannam ada cakar-cakar (besi-besi pengait) dan duri-duri yang menyambar siapapun orang yang dikehendaki Allah. Kemudian dipadamkan Cahaya Orang-Orang munafik. Selanjutnya Selamatlah Orang-Orang Mukmin. (HR Ahmad dlm Al-Musnad(14763) dan Muslim (191)

KEADAAN MANUSIA DIATAS SHIRATH

Orang yang melewati Shirath ada empat golongan masing-masing menurut kadar keimanan dan amalnya.
Diriwayatkan oleh Abu Said Al-Khudri Bahwa Rasulullah bersabda :”Diletakkan Shirath diantara kedua tepi Jahannam, diatasnya ada duri-duri seperti duri As-Sa’ dan (jenis tumbuhan berduri) kemudian orang-orang melewatinya.

Ada orang yang sampai (keseberang) dan selamatlah ia.
Ada yang tersambar sehingga tubuhnya tercabik, namun ia tetap selamat, tetapi adapula yang terkait lalu terhempas keneraka. (HR Ahmad dalam Al-Fath Ar_rabbani :24/157)

1.Diantara mereka ada yang melewatinya dengan cepat dan selamat dari titian itu. Sehingga ia tidak tersentuh panasnya jahannam ataupun cakar-cakar shirath. Hal ini disebutkan dalam hadis riwayat Abdullah bin Mas’Ud dimana Rasulullah bersabda : “MANUSIA AKAN MENDATANGI NERAKA , KEMUDIAN MEREKA AKAN PERGI DARI NERAKA ITU SESUAI DENGAN AMAL-AMALNYA. GOLONGAN PERTAMA DIANTARA MEREKA SECEPAT KILAT, KEMUDIAN SEPERTI ANGIN, KEMUDIAN SEPERTI KENCANGNYA KUDA MAKSUDNYA LARI KUDA , KEMUDIAN SEPERTI ORANG YANG MENGENDARAI HEWANNYA, KEMUDIAN SEPERTI LARINYA SESEORANG. KEMUDIAN SEPERTI ORANG YANG BERJALAN.
(hr Ahmad dalam Al-Fath Ar-rabbani)

2.Diantara mereka ada yang tercabik-cabik oleh cakar-cakar shirath atau terpotong-potong dagingnya, namun kemudian ia selamat.
“… DIKEDUA TEPI SHIRATH ADA BESI-BESI PENGAIT LAKSANA CAKAR-CAKAR YANG TERGANTUNG (Shahih muslim bin syarhi an-nawawi(3/25) (182)), YANG DIPERINTAHKAN UNTUK MENYAMBAR SIAPA YANG DIPERINTAHKAN KEPADANYA. LANTAS ADA YANG TERCABIK-CABIK DAN TERHUYUNG-HUYUNG NAMUN SELAMAT SAMPAI TUJUAN.
ADA PULA YANG DISAMBAR DAN DIHEMPASKAN DI NERAKA (HR MUSLIM ( 9195) DAN Al hakim (4/631) dari sahabat hudzaifah).

3. Diantara mereka ada yang tertahan diatas shirath lalu mengalami berbagai penderitaan hebat berupa jilatan api neraka jahannam serta azab , teror lainnya yang membuat jantung seperti terlepas .
Diriwayatkan dari Sahl bin Muadz bin anas Al –Juhani dari ayahnya dari nabi yang bersabda : “BARANGSIAPA YANG MELONTARKAN KEPADA SESEORANG MUSLIM SESUATU (TUDUHAN) DENGAN MAKSUD INGIN MENCELA NYA, NISCAYA ALLAH MENAHANNYA DIATAS JEMBATAN JAHANNAM SEHINGGA IA MENARIK PERKATAANNYA”
(HR Abu Dawud 948830 dan dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Abu Dawud (4086)).

4. Diantara mereka ada yang dibinasakan oleh amalannya sendiri, sehingga iapun jatuh kedalam neraka. Kita berlindung kepada Allah.
Hal ini disebutkan dalam riwayat Abu Bakar dari nabi yang bersabda:
“PADA HARI KIAMAT KELAK MANUSIA AKAN DILETAKKAN DIATAS SHIRATH , LALU PARA PENJAGA SISI SHIRATH MENJATUHKAN MEREKA LAKSANA BERJATUHANNYA KUPU-KUPU KEDALAM API NERAKA, “BELIAU BERSABDA, “LALU DENGAN RAHMATNYA, ALLAH SELAMATKAN SIAPAPUN YANG DIKEHENDAKINYA” (HR Ahmad dalam Al-Fath Ar-Rabbani 24/156, At-tabrani, Albazzar dan di shahihkan Al-Albani dalam Zhilalul jannah 9837)

Pada saat yang sangat sulit, sangat menakutkan dan membuat jantung serasa copot iniPARA RASUL MEMANJATKAN DOA DENGAN MENGATAKAN. “YA ALLAH SELAMATKANLAH, SELAMATKANLAH”, Sebagai rasa KASIH DAN SAYANG TERHADAP KEADAAN MANUSIA YANG MEREKA LIHAT DIATAS SHIRATH INI….
Wallahualam …

Saya memohon kepada Allah yang maha Agung , Rabb Arsy Yang mulia , agar menyelamatkan kita dari berbagai ujian hari kiamat dan dari ujian shirath .Semoga Allah memasukkan kita ketempat yang mulia dan tidak memperlakukan kita dengan sifat yang sudah biasa menjadi sifat kita, tapi memperlakukan kita dengan cara Yang sesuai Dengan Sifat-Nya… Amin.

Sabtu, 22 Oktober 2011

Karena kita salah memahami keinginan ibu yang sederhana

Suatu hari, seorang anak akan berangkat keluar negeri untuk melanjutkan pendidikan nya. Kedua orang tuanya, karena akan berpisah dengan anak yang dicintainya dengan jarak yang sangat jauh, tentu ingin meluapkan rasa  perhatian nya dengan mengantarkan anaknya itu ke bandara. Orang tua manapun, terutama ibu, akan selalu ingin menyertai anak nya di saat saat penting seperti ini, entah sekedar memberi semangat, mendoakan, atau sekedar melepas rasa haru kepada darah daging nya.

Tapi si anak yang sudah merasa besar dan dewasa, tanpa merasa bersalah menolak niat baik orang tuanya. Dia justru menganggap keinginan baik mereka, seperti perlakuan orang dewasa kepada anak kecil yang harus ditemani kemanapun akan pergi. Si anak meminta orang tuanya untuk tetap tinggal dirumah dan membiarkannya berangkat sendiri.
Mungkin saja anak itu punya niat baik untuk tidak merepotkan orang tuanya, namun ia gagal memahami perasaan hati seorang ibu. Ia tidak mengerti gemuruh hati orang yang begitu berat melepas anak nya untuk pergi jauh. Sehingga yang terjadi kemudian, keinginan sederhana itu tak terwujud dan bahkan menyisakan luka di hati. Anak yang dibesarkannya dengan penuh cinta dan pengorbanan, yang di sekolahkan hingga pandai, ternyata pikirannhya tak mampu menjangkau dalam nya cinta dan kasih sayang orang tuanya. Dia hanya bisa menafsir keinginan orang tuanya sebatas itu ; menganggap nya masih kanak – kanak. Padahal persoalannya tidak sesederhana itu, karena disini jelas tersimpan sebuah keingina yang tak dipahami si anak, mereka memiliki keinginan untuk tetap memberikan cintanya dalam waktu sekejap itu, sebelum berpisah dengan waktu yang cukup lama. Dalam benak mereka mungkin  terselip, “ Andai ini pertemuan terakhir, aku ingin menatap anak ku untuk yang terakhir kalinya,” atau  “ Anakku  membutuhkan kekuatan do’a, maka aku ingin mengiringi kepergiannya dengan lantunan do’a”.

Sekedar ingin membuat kita senang

Barangkali, tidak ada orang yang paling tahu kesukaan kita selain ibu. Dari kecil kita di asuh, hingga dewasa kita di asah, ibu sangat mengerti kita, mengerti semua kesenangan kita dan hal – hal yang membuat kita senang. Dan keunikan dari seorang ibu, ia selalu ingin menghadirkan kesenangan – kesenangan itu untuk kita walau kita sudah dewasa dan menganggap sudah tidak di masa itu lagi, atau merasa sudah mampu menghadirkannya sendiri.  Betapa mulianya ia, yang tak pernah bosan dan lupa dengan kesenangan – kesenangan masa lalu kita. Suatu hari kita datang menjenguk nya, ia selalu siap menyajikan menu – menu makanan kesukaan kita. Atau bahkan ia selalu bertanya, “mau makan apa nak?, mau di masakin apa?”, semua siap ia sediakan. Pun ketika kita akan pergi lagi,ia selalu membekali cemilan – cemilan kegemaran kita, meski kita selalu mencari – cari alasan untuk menolaknya karena merasa berat membawanya.

Ada seorang kakak yang menceritakan dialognya lewat telepon dengan adiknya yang tinggal bersama ibu nya. Sang kakak yang tinggal di perantauan meminta adiknya untuk mengirimkan jamu dari kampung halamannya. Tetapi ketika barang itu hendak di kirim. Sang adik meminta biaya tambahan, sebab selain jamu si ibu juga menyertakan makanan ringan berupa intip (kerak nasi yang dikeringkan), makanan kesukaan sang kakak sejak kecil. Karena merasa tidak memesan intip, si kakak pun meminta adiknya untuk membawa kembali saja makanan itu. Tetapi si adik yang berkali – kali didesak tetap menolak sambil mengatakan, “lebih baik saya berikan orang ke jalan dari pada ibu kecewa. Tiap hari kalau masak di tunggui supaya jadi intip. Ibu juga mencari matahari di banyak tempat agar intip nya cepat kering, bisa di goreng dan siap dikirimkan, tapi kamu kok malah begitu?”. Dari seberang sana, dadanya seperti teriris, tenggorokannya terasa serak saat itu juga, susah menelan ludah nya. Pikirannya melayang, Ia membayangkan ibu nya yang begitu tulus berbuat sesuatu yang membuatnya senang, tetapi ia hampir gagal memahami ke inginan ibu nya yang sederhana, tetapi menyimpan kasih sayang yang begitu besar.

Semoga kita dapat membahagiakan orang tua kita, dengan memahami dan memenuhi keinginan – keinginan nya yang sederhana. Karena pada hakikatnya, apapun yang kita berikan, tidak akan pernah sepadan dengan kasih sayang yang mereka curahkan kepada kita.

Jumat, 21 Oktober 2011

nyamuk tidur

"nak kenapa kamu belum tidur ? Ini khan sudah malam??"
"berisik pak banyak nyamuk,aku lagi nunggu nyamuknya pada tidur pak biar gak berisik"

Dari ibu untuk anaknya

Bersyukurlah saat kau tidak mengetahui sesuatu karena hal itu memberimu kesempatan untuk belajar.

Bersyukurlah atas masa-masa sulit yang kau hadapi karena selama masa itulah kau menjadi dewasa.

Bersyukurlah atas keterbatasan yang kau miliki karena hal itu memberimu kesempatan untuk memperbaiki diri.

Bersyukurlah atas setiap tantangan baru karena hal itu akan membangun kekuatan dan karaktermu.

Bersyukurlah atas kesalahan-kesalahan yg telah kau perbuat karena hal itu akan memberimu pelajaran yang sangat berharga.

Adalah mudah untuk bersyukur atas hal-hal yang baik. Adapun kehidupan yang bermakna adalah bagi mereka yang juga bersyukur atas kesulitan yang dihadapi.

Berusahalah, bersyukur atas kesulitan yang kau hadapi hingga kesulitan itu menjadi berkah bagimu.

Baru saja mengenal komputer

Ucup baru saja belajar mengenal dunia perkomputeran. Ada-ada aja kejadian yang dia alami.

Suatu siang Ucup menelepon toko tempat dia baru saja membeli printer barunya, "Halo, selamat siang, ini Ucup. Saya tidak bisa ngeprint nih Pak. Setiap saat saya coba klik 'print' di monitor saya malah keluar tulisan 'Can't Find Printer' (printer tidak ditemukan). Padahal printernya udah saya taruh persis di depan monitor lho, Pak!"

Pada hari yang lain Ucup ketakutan sebab dia menghilangkan sesuatu dari monitornya, dan menelepon sebuah toko komputer, "Wah ada masalah gawat nih, Pak. Temanku baru saja memasang 'Screen Saver' di monitorku. Tapi setiap saya menggerakkan mouse, 'screen savernya' hilang!"

MALIK REWAS

duka keur iseng atawa duka ku naon,hiji waktu incu-incuna nini unih ngirim kuis SMS dina TV anu hadiahna samiliar. kabeneran waktu ngirim kuis teh maranehna make identitas ninina.
saminggu ti harita waktu nini unih keur mandi, incu-incuna kabeneran lalajo pengumuman eta kuis. Teu disangka teu dinyana, eta anu meunang hadiah samiliar teh nini unih! Incu-incuna antara atoh, reuwas, jeung bingung. Rek teu bingung kumaha atuh,apanan nini unih mah boga panyakit jantung. Tong boro dibejaan meunang duit samiliar, Kamari oge basa taktakna kapuragan cakcak.apan si nini nepi dibawa ka rumah sakit,bakating ku reuwas.
Akhirna incu-incuna badami. Engke ngabejaan si nini mah rek make basa perumpamaan we. Tah, geus kitu si nini kaluar ti kamar mandi.
"keur naraon maraneh teh ngariung hareupeun TV?" nini unih nanya.
"Biasa lalajo we ni! Ni... diumpamakeun yeuh, kumaha upami nini hiji waktos kenging hadiah artos samiliar?" ceuk si epul, incu panggedena.
Bari asup ka kamar,nini unih ngajawab:
"Ah, ku nini mah eta duit kabeh rek dibikeun ka maneh, pul!"
Ngadenge jawaban ti ninina, eta mah Si epul langsung nyekelan dadana. Beungeut pias, kesang tiis. Manehna kapiuhan,digotong dibawa ka rumah sakit. :D

Peringatan Waktu

Semakin dalam kita menikmati kehidupan in semakin habis juga waktu dan masa yang kita punya bagaikan seortang anak kecil yang sedang memakan sebatang cokelat semakin dia menikmati rasanya dan kelezatannya maka ia juga akhirnya tersadar bahwa cokelatnya akan segera habis, inilah sikap yang seharusnya terpatri dalam semua hamba allah yang fana.
Dunia yang sekelumit telah menyebabkan banyak insan yang silau dibuatnya seolah-olah hidup ini akan berlangsung selamanya, taak heran jikalau banyak manusia yang semakin terjerembab kedalam kubangan kehinaan tanpa nilai dan moral. Padahal kita hanyalah seonggok tanah yang berwujud manusia yang pernah allah ciptakan dari setetes air yang hina. namaun kaena kesombongan dan keangkuhannya manusia seolah menjadi makhluk yang akan kekal abadi semua aturan dilanggarnya semua ayat dinistakannya hidupnya hanya mengenal kenikmatan sementara nafasnya mereka habiskan dalam kesewenang-wenangan hawa nafsu belaka.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More